Selasa, 26 Januari 2010

RENCANA REALISASI 2010 - 2014

Rencana 2010 - 2014 (Umur 36 s/d 41 tahun)
* Usaha dengan Aset Rp. 50.000.000.000,- (Rp. 50 M)
* Membeli Rumah dan lahan dengan aset Rp. 5.000.000.000,-
* Deposito Rp. 100.000.000.000,- (Rp. 100 M)

Rencana Realisasi 2010 - 2014 (Umur 36 s/d 41 tahun)
Omzet Rp. 100.000.000,- / putaran x 10.000 putaran
= Rp. 1.000.000.000.000,- (Rp. 1 Trilyun)
Laba 25 %
= Rp. 250.000.000.000,- (Rp. 250 Milyard)
* Usaha dengan Aset Rp. 50 M = Rp. 250 M (Laba) x 20 %
* Membeli Rumah dan lahan Rp. 5 M = Rp. 250 M x 2 %
* Zakat Infak dan Shodaqoh Rp. 250 M x 10 % = Rp. 25 M
* Deposito Rp. 100 M = Rp. 250 M x 40 %
* Tambahan Operasional Rp. 250 M x 28 % = Rp. 70 M
* Aset Usaha Pokok (Rp. 1000 M x 75 %) + Rp. 70 M = Rp. 820 M

BUKU MERAIH IMPIAN (Mas Yopi)

Resensi Buku

SANG PEMIMPI : kekuatan mimpi

2008 Desember 3
by inor

sang_pemimpi_sampul3 Sang Pemimpi adalah novel kedua karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Juli tahun 2006. Dalam novel ini Andrea mengeksplorasi hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Ikal dan sepupu jauhnya Arai. Dalam Sang Pemimpi, Andrea bercerita tentang kehidupan ketika masa-masa SMA.Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan Jimbron.Ikal- alter egonya Andrea Hirata.Arai-saudara jauh yang yatim piatu yang dijuluki simpai keramat karena dia adalah anak sebatang kara keturunan terakhir dari keluarganya dan akhirnya menjadi saudara angkat dan Jimbron-seorang yatim piatu yang terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau ketika gugup. Ketiganya larut dalam kisah persahabatan yang terjalin dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Bukan Main, SMA pertama yang berdiri di Belitung bagian timur.Bersekolah di pagi hari dan bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari.Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar , sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi. Namun kekuatan mimpilah yang membawa mereka bertualang kepada kisah – kisah menakjubkan. Membaca buku ini akan membawa anda kembali ke kenangan masa remaja mereka dan kita sendiri yang pernah mengalaminya, masa awal pubertas yang menggelegak penuh gelora.

Mengenal lebih jauh tokoh - tokoh dalam sang pemimpi.

Tokoh Utama :

1. Ikal , yang merupakan alter ego Si Andrea Hirata.

2. Arai adalah tokoh sentral dalam buku ini.Menjadi saudara angkat Ikal ketika kelas 3 SD saat ayahnya (satu-satunya anggota keluarga yang tersisa) meninggal dunia.Seseorang yang mampu melihat keindahan di balik sesuatu, sangat optimis dan selalu melihat suatu peristiwa dari kaca mata yang positif.Arai adalah sosok yang begitu spontan dan jenaka, seolah tak ada sesuatupun di dunia ini yang akan membuatnya sedih dan patah semangat.

3. Jimbron,anak yatim piatu yang diasuh oleh seorang pastur Katolik bernama Geovanny.Laki-laki berwajah bayi dan bertubuh subur ini sangat polos.Segala hal tentang kuda adalah obsesinya, dan gagapnya berhubungan dengan sebuah peristiwa tragis yang memilukan yang dia alami ketika masih SD.Jimbron adalah penyeimbang di antara Arai dan Ikal, kepolosan dan ketulusannya adalah sumber simpati dan kasih sayang dalam diri keduanya untuk menjaga dan melindunginya.

Tokoh Lainnya :

1. Pendeta Geovanny, ia adalah seorang Katolik yang mengasuh Jimbron selepas kepergian kedua orangtua Jimbron. Meskipun berbeda agama dengan Jimbron, beliau tidak memaksakan Jimbron untuk turut menjadi umat Katolik. Bahkan beliau tidak pernah terlambat mengantar Jimbron pergi ke masjid untuk mengaji.

2. Pak Mustar adalah salah satu pendiri SMA Bukan Main. Ia adalah wakil kepala sekolah SMA Bukan Main, seorang yang baik dan cukup sabar namun berubah menjadi tangan besi ketika anaknya sendiri justru tidak diterima masuk ke SMA tersebut karena NEMnya kurang 0,25 dari batas minimal.Terkenal dengan aturan-aturannya yang disiplin dan hukuman yang sangat berat. Namun sebenarnya beliau adalah pribadi yang sangat baik dan patut dicontoh.

3. Pak Ichsan Balia.Kepala Sekolah SMA Negeri Bukan Main.Laki-laki muda, tampan, lulusan IKIP Bandung yang masih memegang teguh idealisme.

4. Nurmala; Zakiah Nurmala binti Berahim Mantarum,gadis pujaan Arai sejak pertama kali Arai melihatnya. Nurmala adalah gadis yang pandai, selalu menyandang ranking 1. Ia juga penggemar Ray Charles dengan lagunya “I Can’t Stop Loving You” dan Nat King Cole dengan lagunya When I Fall in Love.

5. Laksmi; gadis pujaan Jimbron. Telah kehilangan kedua orangtuanya dan tinggal serta bekerja di sebuah pabrik cincau. Semenjak kepergian orangtuanya ia tidak pernah lagi tersenyum, walaupun senyumnya amat manis. Ia baru dapat tersenyum ketika Jimbron datang mengendarai sebuah kuda.

6. Capo Lam Nyet Pho .Seorang yang memungkinkan berbagai hal sebagai objek untuk bisnisnya. Bahkan ketika PN Timah terancam kolaps, ia melakukan ide untuk membuka peternakan kuda meskipun kuda adalah hewan yang asing bagi komunitas Melayu.

7. Taikong Hamim.Guru mengaji di masjid di kampung Gantung.Dikenal sebagai sosok nonkonfromis dan sering memberlakukan hukuman fisik kepada anak-anak yang melakukan kesalahan.

8. Bang Zaitun .Seniman musik pemimpin sebuah kelompaok Orkes Melayu.Dikenal sebagai orang yang pernah mempunyai banyak pacar dan hampir memiliki 5 istri. Sebenarnya kunci keberhasilannya dalam percintaan adalah sebuah gitar. Ia pun mengajarkan hal tersebut pada Arai yang sedang mabuk cinta dengan Nurmala.

9. A Kiun.Gadis Hokian penjaga loket bioskop.

10. Nurmi.Berbakat memainkan biola, mewarisi biola dan bakat dari kakeknya yang ketua kelompok gambus di Gantung.Nurmi adalah tetangga Arai dan Ikal, seumuran, dan dia adalah gadis yang sangat mencintai biola.

11. Pak Cik Basman .Seorang tukang sobek karcis di sebuah bioskop di Belitong.

12. A Siong.Pemilik toko kelontong tempat Ikal dan Arai berselisih tentang penggunaaan uang tabungan

13. Deborah Wong .Istri A Siong dan ibu dari Mei Mei. Perempuan asal Hongkong yang tambun dan berkulit putih.

14. Mei Mei .Gadis kecil anak Deborah Wong.

Coming Soon : Film Sang Pemimpi

Dalam waktu dekaty ini naskah Sang Pemimpi, menurut rencana akan diadaptasi juga menjadi film Sang Pemimpi yang juga diproduksi oleh tim yang sama yang membuat film Laskar Pelangi yaitu Miles Films dan Mizan Production dan direncanakan rilis tahun 2009. Saai ini, untuk mencari pemeran tokoh-tokoh Sang Pemimpi, menurut rencana Mira Lesmana akan melakukan kasting di Sumatera, Jakarta dan Bandung. Ada yang berminat ikut audisi ?. NS

MEWUJUDKAN IMPIAN DALAM NOVEL

Mewujudkan Mimpi Jadi nyata

Posted in Resensi Buku on September 9, 2009 by erikpurnama

Selasa, 25 Agustus 2009 (Koran Jakarta)

Bahkan dalam lagu Laskar Pelangi yang dinyanyikan Nidji, mimpi adalah kunci menaklukkan dunia. Maka itu, tak ada salahnya bagi setiap orang untuk memunyai mimpi yang mesti dikejar mengingat tak ada yang melarang seseorang untuk bercita-cita setinggi langit.

Novel Negeri 5 Menara membuktikan bagaimana sebuah mimpi mampu mengantarkan “pemimpi”, yakni enam anak rantau yang sedang menimba ilmu di Pondok Madani, yang berada di pelosok daerah Ponorogo, Jawa Timur.

Novel yang berangkat dari pengalaman nyata penulis yang meraih gelar pascasarjana di George Washington University itu sepertinya mengajak pembaca untuk merajut mimpi sejak kecil.

Mengingat, A. Fuadi merasakan bagaimana kedahsyatan mimpinya yang ingin pergi ke negeri Paman Sam, yang dibangunnya semenjak masih nyantri di Pondok Madani pada akhirnya mampu digapainya. Namun semua itu sekarang disadari penulis sebagai wujud akumulasi mimpinya yang tertanam kuat sejak lama hingga mimpi itu mampu digapainya beberapa tahun kemudian.

Penulis yang mengidentifikasi dirinya sebagai Alif Fikri Chaniago yang berasal dari salah satu daerah pelosok tanah Minangkabau dekat Danau Maninjau Sumatera Barat, memutuskan menempuh pendidikan berbasis agama di Pondok Madani, setelah keinginannya masuk SMA ditolak kedua orangtuanya.

Alif yang hidup dalam pondokan secara tak langsung berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmadjid dari Sumenep Madura, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa Sulawesi Selatan. Karena sangat akrab dan kemana-mana selalu berenam, yang mempunyai kebiasaan berkumpul di kaki menara masjid yang ada dalam komplek pondokan membuat mereka dijuluki Sahibul Menara.

Aktivitas keseharian keenam santri itu di bawah menara Masjid Jami dengan menatap awan lembayung yang bergerak ke ufuk sambil menunggu datangnya waktu shalat Maghrib menjelma menjadi negara dan benua impian yang setidaknya mesti dikunjungi, hingga membuat mereka saling melontarkan mimpinya masing-masing.

Seperti Alif yang secara tiba-tiba memiliki cita-cita kuliah di Amerika Serikat setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Madani, Atang yang ingin kuliah di Timur Tengah (Arab Saudi), Baso berencana menimba ilmu ke Universitas Al Azhar Mesir, Raja yang berharap dapat kuliah di Eropa, dan Said dan Dulmadjid yang ingin bahu-membahu membangun pesantren di daerahnya.

Namun keenam santri cerdas itu dalam perjalanan waktu tak hanya berkhayal semata, melainkan berusaha menggapainya dengan tekun belajar dan diiringi perjuangan keras tak kenal lelah untuk mewujudkannya.

Karena mereka yakin Sang Pencipta sungguh Maha Mendengar yang akan selalu mengabulkan keinginan hambanya yang taat dan selalu berusaha, seperti motto man jadda wajada.

Seolah sudah jodoh, setelah berpisah setelah selesai menempuh pendidikan di pondok Madani, selang beberapa tahun Alif yang berhasil menamatkan pendidikannya di negeri Paman Sam bertemu dua teman pondoknya di Trafalgar Square London, yakni Atang yang berhasil kuliah hingga jenjang doktoral di Al Azhar, dan Raja yang memutuskan bermukim di London setelah lulus kuliah dari salah satu universitas di Madinah.

Pertemuan bersejarah itu memantik romantisme masa lalu Sahibul Menara dan menguatkan memori ketiga orang itu tentang dahsyatnya kekuatan mimpi. Karena dari hasil reuni tersebut diketahui pula bahwa Baso yang dulu sempat drop out dari Pondok Madani berhasil merealisasikan mimpinya dengan kuliah di Mekkah. Sementara Said dan Dulmadjid sukses berkoalisi mendirikan pesantren modern di Surabaya.

Judul : Negeri 5 Menara
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : I, Agustus 2009
Tebal : xiii + 416 halaman
Peresensi : Erik Purnama Putra, adalah Aktivis Pers Bestari Universitas Muhammadiyah Malang

Jumat, 22 Januari 2010

Model 00.002 A Bagian 4 : PELAKSANAAN

Pelaksanaan usaha yang konsisten (istiqomah) menjadi kunci sukses suatu usaha. Suatu impian yang dituangkan dalam perencanaan akan menjadi sekedar angan-angan belakan bila tidak dilaksanakan.

Keberanian mengawali suatu usaha menjadi kunci sukses. Janganlah takut gagal. Kegagalan adalah suatu hal yang biasa dalam suatu usaha.

Takut gagal dalam usaha menjadi penghambat mental. Kegagalan yang terjadi menjadi cambuk dalam usaha, agar kita tidak mengulang kembali kegagalan yang sama.

Konsep dari pelaksanaan dari suatu usaha adalah DARI TIDAK ADA MENJADI ADA dan DARI ADA DIKEMBANGKAN SAMPAI TUJUAN TERCAPAI.

Langkah awal menentukan pencapaian tujuan usaha. Bagaimana tujuan bisa diwujudkan. Pada pelaksanaan perlu ada kemitraan dan konsistensi dalam usaha.

Bentuk dari komitmen dan konsistensi usaha adalah FOKUS pada usaha yang dijalankan. Ibarat kaca pembesar (suryakanta) yang di arahkan ke matahari dan fokus sehingga sinar matahari yang lewat suryakanta tersebut yang fokus pada suatu obyek maka obyek tersebut akan terbakar.

Fokus menjadi syarat utama dari pelaksanaan usaha apapun. Usaha yang fokus dengan diiringi oleh dokumentasi dari berbagai kejadian dan transaksi yang terjadi menjadi daya kekuatan untuk mewujudkan berbagai usaha kita.

Pendokumentasian atau pencatatan transaksi sebagai kegiatan utama administrasi sangat diperlukan untuk upaya pengembangan usaha untuk lebih maju lagi. Pencatatan berfungsi menggambarkan perjalanan usaha yang telah dilakukan.

Pencatatan secara umum ada empat, yaitu: jurnal harian, laporan bulanan, laporan tahunan dan neraca. Pencatatan dilakukan mulai dari yang sederhana sesuai dengan kapasitas usaha yang dijalankan.

Hasil pencatatan ini dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan usaha. Pelaksanaan usaha dilakukan secara terus menerus sampai tujuan yang diinginkan terwujudkan (istiqomah).

Apabila tujuan telah terwujud, maka dibuatkan tujuan baru sebagai upaya pengembangan usaha. Artinya kita harus membuat mimpi baru. Di sini fungsi pencatatan sangat berperan dalam memunculkan harapan-harapan baru alias mimpi-mimpi baru.

Model 00.002 Bagian 3 : PERENCANAAN USAHA

Apabila kita merasakan ingin buang air, maka yang ditujukan adalah toilet tempat untuk buang air. Tujuan adalah toilet maka yang dicari adalah jalan menuju toilet.

Perencanaan muncul saat pilihan telah ditentukan. Tatkala toilet menjadi pilihan untuk buang air, maka secara otomatis orang tersebut merencanakan toilet mana yang akan digunakan sebagai tempat buang air.

Perencanaan ditentukan oleh pilihan impian yang telah dijadikan tujuan untuk diwujudkan dalam dunia nyata. Fungsi utama dari perencanaan adalah sebagai peta (map) dari usaha mencapai titik tujuan.

Perencanaan dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan 5WH dari suatu usaha. 5 W H ini meliputi what (apa), who (siapa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa) dan how (bagaimana).

Usaha apa yang akan dijalankan?. Misalnya pedagang bakso. Maka dia yang ingin berdagang bakso harus mengetahui ilmu tentang membuat bakso serta memasarkan baksonya.

Segala kebutuhannya yang diperlukan dalam usaha harus di ketahuinya. Berapa modal awal yang diperlukan serta perangkat-perangkat apa saja yang dibutuhkan dalam usaha.

Setelah segala kebutuhan dalam usaha diketahui, kemudian perlu ditentukan siapa pelaksana dari usaha yang akan dilakukan. Awal diri kita sendiri yang melakukan usaha kemudian bila dibutuhkan tambahan tenaga kerja sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan usaha.

Waktu memulai usaha ditentukan setelah perangkat-perangkat usaha telah ada atau dibuatkan jadwal perencanaan sampai dengan realisasi dilakukan. Awal satu langkah menentukan beribu-ribu langkah bahkan berjuta-juta langkah selanjutnya.

Penentuan target pencapaian untuk menjawab pertanyaan mengapa suatu usaha dilakukan. Target-target tersebut biasanya berbentuk nominal omzet yang harus dicapai dalam satu periode.

Perencaan juga menyangkut bagaimana upaya mencapai target yang telah ditentukan sehingga mencapai tujuan yang diinginkan. Perlu adanya penahapan dalam mencapai suatu target.

Penahapan waktu pencapaian usaha biasa dibagi menjadi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Penahapan meliputi teknis (jangka pendek), strategi (jangka menengah) dan pandangan umum atau visi untuk jangka yang panjang.

Perencaan usaha sering dituangkan dalam bentuk proposal usaha. Secara sederhana, usaha kecil, perlu membuat suatu rencana usaha agar menjadi peta pengarah pencapaian tujuan dari usaha.

RESENSI BUKU

Kidung Sastra dari Pesantren
18/01/2010

Judul : Sekutum Nyawa untuk Sahabat; Antologi Cerpen Santri
Penulis : Aleyo Sas Melas, dkk.
Editor : Rijal Mumazziq dan M. Husnaini
Penerbit : Imtiyaz Surabaya
Cetak : I, Desember 2009
Tebal : xv + 148 halaman
Peresensi : Abd. Basid*


Istilah sastra secara harfiah berarti huruf, tulisan, atau karangan. Kata sastra ini kemudian diberi imbuhan su-(dari bahasa Jawa) yang berarti baik atau indah. Artinya baik isinya dan indah bahasanya. Selanjutnya, kata susastra diberi imbuhan gabungan ke-an sehingga menjadi kesusastraan yang berarti nilai hal atau tentang buku-buku yang baik isinya dan indah bahasanya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti sastra adalah: (1) bahasa (kata-kata/gaya bahasa) yang dipakai dalam kitab-kitab (bukan bahasa sehari-hari); (2) karya tulis, yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.

Dari sini, maka tidak semua bentuk karagan termasuk dan bisa dikatakan karya sastra. Yang termasuk dalam kategori sastra seperti novel, cerita (cerpen) (tertulis atau lisan), syair, pantun, sandiwara (drama), lukisan (kaligrafi) dan sejenisnya. Terus, sampai di mana sebuah karya akan dinamakan sastra? Menuru Plato, batasan sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis).

Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide. Aristoteles murid Plato memberi batasan sastra sebagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat. Menurut kaum formalisme Rusia, sastra adalah sebagai gubahan bahasa yang bermaterikan kata-kata dan bersumber dari imajinasi atau emosi pengarang.

Buku antologi cerpen “Sekuntum Nyawa Untuk Sahabat; Antologi Cerpen Santri” termasuk kategori di atas. Buku antologi yang ditulis oleh 12 santri pondok pesantren al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan ini menyiratkan karya kesusastraan (cerpen) yang berlatar belakang pesantren. Mereka (para penulis) merupakan insan pesantren yang biasa dikenal dengan sebutan kolot dan jauh dari peradaban. Jangankan bicara sastra, mau ngotak-atik benda eletronik pun insan pesantren terkesan tabu.

Namun, semua itu, sekarang sudah tidak pantas lagi untuk dicitrakan pada mereka. Mereka sudah tidak dan bukan yang dulu lagi. Banyak kita temukan santri juga bisa Facebook-an, YM-an, nge-Blog, Twitter-an dan bahkan juga mewarnai dunia tulis menulis termasuk sastra. Salah satu contoh kecilnya buku antologi cerpen ini.

Isi dan pesan buku ini menggambarkan kehidupan yang memang jamak terjadi pada dan di masyarakat. Indahnya di dalamnya berisi banyak pesan moral, hikmah, dan kritik sosial—termasuk pada pejabat dan pemimpin negara—dengan setting religiutas. Jika kita kesulitan untuk menemukan cerpen-cerpen yang settingnya islam(i), maka buku ini hadir untuk mewarnainya. Sebut saja seperti cerpen Ika Nur Ridiawati. Jika kita membacanya kita akan menemukan pesan moral-keagamaan di sana.

Diceritakan bahwa di balik perjuangan sang bapak untuk membiayai Ana untuk tetap bersekolah ternyata sang bapak diam-diam menjadi copet. Mengetahui hal itu, Ana memberanikan diri untuk lebih baik putus sekolah dari pada harus melanjutkan dengan biaya uang haram. Semua itu oleh Ika Nur Ridiawati digambarkan degan penggambaran yang begitu menyentuh apalagi ditambah lagi sang bapak mati dengan meninggalkan senyuman penyesalannya (hal. 37-46).

Aleyo Sas Melas lewat cerpennya yang berjudul “Maafdkan Kakak Dik!” menceritakan fenomena trafficking dalam kehidupan masyarakat miskin yang tidak mampu dilawan karena sudah menjadi sindikat yang kuat yang tak segan melakukan kekerasan dalam melancarkan aksinya. Tidak itu saja, kritik terhadap pemerintah pun juga Aleyo Sas Melas selancarkan.

Di salah satu perjalanan mencari adiknya sang kakak—dalam cerpen itu—melihat anak-anak kecil lagi ngamen di jalanan, yang tentunya mereka putus sekolah (hal. 7). Hal ini, merupakan adegan cerita yang bisa dimaksudkan supaya para pemimpin negara ini memperhatikan anak-anak miskin putus sekolah di jalan sana.

Bertolak pada kekritisan isi seperti yang telah digambarkan di atas, maka tidak salah kalau kiranya saya prediksikan—dari segi pesan—bahwa buku ini sealiran dengan karya tokoh sastra masa kini seperti Emha Ainun Najib, KH. M Dahlan Saleh, Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Haiburrahman el-Shirazy (Kang Abik), di mana tokoh-tokoh itulah yang sampai sekarang melanjutkan sastrawan pesantaren terdahulu seperti Buya Hamka, Yoesoef Soe’b, dan Bahrun Rangkuti.

Buku ini cocok untuk dibaca semua kalangan, seperti pelajar, guru, pendidik, tokoh, dan termasuk (juga) mereka para pemimpin daerah/kota maupun pusat. Di dalamnya kita akan menemukan cerita-cerita konstruktif. Bahkan buku ini juga cocok untuk bahan bacaan cerita pengganti dongeng anak sebelum tidur untuk orangtua. Bahasanya datar gampang dicerna dan sekali lagi isinya kaya makna. Inilah nilai plus buku ini.

* Penikmat buku dan pustakawan pesantren IAIN Sunan Ampel Surabaya


sumber: www.nu.or.id/page.php

Rabu, 20 Januari 2010

Model 00.002 Bagian 2: MIMPI

Setiap manusia mempunyai impian (dream). Impian ini menjadi gambaran apa yang diinginkan orang yang bermimpi atau memimpinkannya (vision).

Impian tidak hanya terjadi pada saat tidur. Impian yang dimaksud adalah harapan (hope) yang diinginkan oleh manusia, baik disadari maupun tidak oleh manusia.

Manusia cenderung berupaya menggapai beberapa harapan yang dimilikinya. Harapan-harapan ini dapat menjadi motivasi manusia untuk berusaha dan berusaha terus berusaha. Harapan manusia dari suatu pasanga

Seorang anak merengek kepada ibunya / orangtuanya meminta sepeda. Permintaan ini mendorong orang tuanya untuk berusaha / bekerja mendapatkan apa yang diinginkan oleh anaknya. Harapan ini muncul dari keinginan (want) dan kebutuhan (need) manusia.

Keinginan (want) merupakan hasrat manusia terhadap sesuatu di luar kebutuhan pokok manusia. Misal: keinginan memiliki perhiasan emas, mobil dan sebagainya.

Kebutuhan (needs) merupakan sesuatu yang harus dipenuhi berdasarkan potensi yang dimiliki manusia. Kebutuhan pokok manusia yaitu: pangan, sandang dan papan.

Impian atau harapan muncul dari keinginan dan kebutuhan manusia. Setiap manusia senantiasa mengharapkan kehidupan yang layak dalam hidup ini.

Doa merupakan harapan yang setiap manusia memiliki dan melakukan. Robbana atina fiddunya hasanah wa qina adabannar .... ya tuhanku berikan kebaikan di dunia dan jauhkan dari adab api neraka.

Bermimpilah kamu sebelum kamu mati!!! Mimpi atau harapan menjadi dinamika kehidupan dan menjadikan hidup ini semakin indah.

Bagaimana hubungan mimpi / harapan dengan usaha yang dilakukan manusia? Setiap manusia mempunyai tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Tujuan ini merupakan bagian dari wujud kita bermimpi atau berharap.

Menentukan tujuan dalam hidup ini diawali dari rumusan berbagai harapan yang ingin dicapai pada masa depan. Jadi mengawali usaha haruslah mempunyai impian atau harapan.

Jadi mengawali usaha bisa hanya dengan bermodalkan mimpi / berharap. Maka identifikasikan atau kumpulkan semua harapan atau impian kita di masa datang untuk kemudian direalisasikan dalam kehidupan nyata.

Buatlah daftar impian atau harapan yang ingin dicapai pada masa depan. Dafar ini sangat membantu kita mengolah pikiran untuk mencapainya serta akan lebih mantap lagi kalau disertai dengan gambar-gambar (visualisasi) dari impian atau harapan tersebut.

Kemudian dari dari daftar impian / harapan tersebut tentukan prioritas yang diinginkan untuk dicapai. Dari daftar impian / harapan dibuatlah Daftar Prioritas.

Prioritas dimulai dari impian yang mudah dicapai sampai yang sulit dicapai, serta prioritas dari yang dapat dicapai pada masa jangka pendek sampai pada jangka panjang (susunannya jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang). Daftar prioritas ini digunakan untuk menentukan berbagai pilihan apa yang harus dikerjakan.

Pilihan usaha menjadi ujung dari daftar impian dan daftar prioritas. Hidup ini adalah memilih. Sehingga setiap perilaku dan usaha manusia merupakan pilihan yang dapat dipertanggunjawabkan dalam kehidupannya.



Model 00.002 A Bagian 1: MEMULAI USAHA ITU MUDAH


Modal uang yang banyak seringkali kesulitan dalam menemukan ide usaha dan apalagi mengawalinya. Usaha dengan dimodali uang banyak belum tentu berhasil.

Adapula orang yang mempunyai ide usaha, namun tidak mempunyai modal usaha untuk menjalankan usahanya. Sehingga ide yang dimiliki orang tersebut putus hanya sekedar ide saja.

Memulai usaha tidak mempermasalahkan apakah mempunyai modal atau tidak, namun semua orang dapat melakukan dapat mengawali usaha. Usaha dilakukan setelah berusah mengumpulkan informasi tentang usaha yang akan dilaksanakan secara lengkap.

Perjalanan beribu-ribu kilometer diawali dengan satu langkah yang kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah selanjutnya sehingga sampai pada tujuan yang diinginkan. Keberanian untuk mengawali langkah pertama merupakan titik awal dari pembahasan MEMULAI USAHA ITU MUDAH.

Fokus pada tujuan dalam suatu perjalanan atau usaha menjadi hal yang utama dalam suatu usaha. Banyak godaan dalam perjalanan dalam mencapai tujuan, sehingga untuk menghindari berbagai godaan tersebut perlu Fokus Dalam Usaha Mencapai Tujuan.

Legenda menarik dapat diambil hikmahnya adalah Legenda Kera Sakti. Perjalanan Guru Samchong yang dikawal oleh muridnya Songgo Kong (Sang Kera Sakti) dan beberapa murid lainnya dalam mencari Kitab Suci di negeri Barat.

Perjalanan mencari Kitab Suci dalam Legenda Kera Sakti dapat menggambarkan sebagai usaha manusia dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan. Komitmen dan konsistensi Guru Samchong dan murid-muridnya dalam menempuh perjalanan mencari Kitab Suci menjadi gambaran bagaimana Memulai Suatu Usaha dengan tujuan yang jelas.

Program MEMULAI USAHA ITU MUDAH: PANDUAN MELAKUKAN USAHA DARI NOL diperuntukkan untuk semua. Program ini pada intinya memotivasi agar setiap orang tidak berpangku tangan dalam menghadapi masa depan, maka perlu bergerak menghadapi masa depan dengan penuh optimisme.

Ada beberapa faktor dari program MEMULAI USAHA ITU MUDAH: PANDUAN MELAKUKAN USAHA DARI NOL. Pertama, MIMPI. Kedua, PERENCANAAN. Ketiga, PELAKSANAAN. Keempat, PENGEMBANGAN. Dan kelima, EKSISTENSI USAHA.

(Model 00.002 A Bagian 1)

Rencana Pribadi


Mulai 1 Januari 2010'
(VISI 2024)

2010 - 2014 (Umur 36 s/d 41 tahun)

* Usaha dengan Aset Rp. 50.000.000.000,- (Rp. 50 M)
* Membeli Rumah dan lahan dengan aset Rp. 5.000.000.000,-
* Deposito Rp. 100.000.000.000,- (Rp. 100 M)

2015 - 2019 (Umur 41 - 46 tahun)
* Usaha dengan Aset Rp. 500.000.000.000,- (Rp. 500 M)
* Membeli Rumah dan lahan dengan aset Rp. 50.000.000.000,-
* Deposito Rp. 1.000.000.000.000,- (Rp. 1 T)
* Membuka Pesantren Terpadu Bebas Biaya

2020 -2024 (Umur 46 - 51 tahun)
* Usaha dengan Aset Rp. 5.000.000.000.000,- (Rp. 5 T)
* Membeli Rumah dan lahan dengan aset Rp. 500.000.000.000,-
* Deposito Rp. 10.000.000.000.000,- (Rp. 10 T)

Model MY CENTER 00.001A


(Since 1 Januari 2010)

Jumat, 15 Januari 2010

STRUKTUR POLRI

STRUKTUR ORGANISASI POLRI
KAPOLRI
Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri
Kapolri
WAKAPOLRI


ITWASUM
KOMJEN POL DRS.JUSUF MANGGA BARANI
IRWASUM
SAHLI
IRJEN POL DR.ITO SUMARDI DJUNI SANYOTO
STAF AHLI BID.KAM/ KOORSAHLI KAPOLRI
SDERENBANG
IRJEN POL DRS.TJUK SUGIARSO,MBA
DERENBANG KAPOLRI
SDEOPS


SDE SDM
IRJEN POL DRS.SUHARDI SIGIT
DE SDM KAPOLRI
SDELOG


KORSPRIPIM


SETUM


DENMA


SET NCB


PUS DOKKES


PUS KU


DIV HUMAS


DIV BINKUM


DIV PROPAM


TELEMATIKA


PTIK


SESPIMPOL


AKPOL


LEMDIKLAT


BAINTELKAM


BARESKRIM


BABINKAM


KORBRIMOB


POLDA